Rabu, 19 November 2014

Suratku untuk dirimu disana,


Suratku untuk dirimu disana,

aku merindukanmu, bagaikan lagunya judika, merindu setengah mati
buktinya, sekarang rasa ingin bertemu denganmu sangat lah besar


aku mencintaimu, bagaikan lagunya tompi, tak pernah setengah hati
buktinya, sudah 3 tahun tak berjumpa denganmu, rasanya masih seperti ketika pertama bertemu denganmu

mungkin saja sekarang hatimu sudah dihiasi dengan seseorang yang lain
mungkin saja aku bukanlah siapa siapa dan memang bukan siapa siapa bagimu

aku menyadari semua ini, kalau hati memanglah tak bisa dipaksakan
maka dari itu, aku tak pernah memaksakan hal itu, dahulu,
sekarangpun begitu,

entahlah, tiada yang perlu untuk dipertanyakan kenapa ada rasa dari diriku kepadamu,
karena, akupun tak tahu kenapa,
kata orang sih, cinta itu tak perlu adanya alasan,
apakah itu yang dimaksud ya? hahahaa

tapi sekarang, itu semua bukanlah hal yang penting,
kamu tahu itu, ya karena apalah arti rasa seseorang kepada orang yang lain,
ketika orang yang lain tersebut tiada rasa yang sama,

akupun tidak berusaha menghapuskan dirimu di dalam hatiku,
biarlah wanita lain yang akan menghapuskannya,

kamu memanglah wanita yang cantik, perhatian, baik dan berpotensi
mengerti sepakbola juga :p

semoga dirimu menjadi pribadi yang senantiasa diberi kebaikan kepada Allah,
begitu pula diriku,

doakan aku juga agar bertemu dengan seorang wanita yang mana akan menjadi pelengkap tulang rusuk ku,
begitu pula dirimu

aku sangat berharap bahwa kita bisa menjadi sahabat yang baik,
baik mulai aku meminta berkenalan, sampai kelak,

setelah sampai sini, aku baru sadar, kalau ternyata kita tak pernah berbicara langsung,
dan itu menggelikan, hahaha

ini semua aku tulis karena adanya hal yang mengganjal di hatiku,
ada sesuatu yang tidak jelas pada waktu dahulu, dan perlu aku perjelas walau waktu sudah terlampau lama

aku berharap, tulisan ini bukanlah apa apa dan tidak merubah apa apa
aku hanya ingin seseorang wanita, karena memang tiada wanita yang lain, yang membaca tulisan ini tahu saja
iya, wanita itu dirimu,
sekedar tahu saja, itu saja, tidak lebih

ini hanyalah sedikit sebenarnya, dan memang tidak lebih panjang karena kalau aku buat panjang, toh, tiada manfaanya untuk dirimu juga,

setidaknya ketika aku sudah menuliskan hal ini, hatiku sudah plong, dan hanya ini yang aku rasa membuang rasa mengganjal di dalam diriku

sekian tulisan ini, karena aku pun masih dikejar deadline praktikum yang semester ini tak pernah surut, bahkan hampir menenggelamkan diriku. haha


                                                                                                                Surabaya, 19 Oktober 2014 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar