Suratku untuk dirimu disana,
aku merindukanmu, bagaikan lagunya judika, merindu setengah
mati
buktinya, sekarang rasa ingin bertemu denganmu sangat lah
besar
aku mencintaimu, bagaikan lagunya tompi, tak pernah setengah
hati
buktinya, sudah 3 tahun tak berjumpa denganmu, rasanya masih
seperti ketika pertama bertemu denganmu
mungkin saja sekarang hatimu sudah dihiasi dengan seseorang
yang lain
mungkin saja aku bukanlah siapa siapa dan memang bukan siapa
siapa bagimu
aku menyadari semua ini, kalau hati memanglah tak bisa
dipaksakan
maka dari itu, aku tak pernah memaksakan hal itu, dahulu,
sekarangpun begitu,
entahlah, tiada yang perlu untuk dipertanyakan kenapa ada
rasa dari diriku kepadamu,
karena, akupun tak tahu kenapa,
kata orang sih, cinta itu tak perlu adanya alasan,
apakah itu yang dimaksud ya? hahahaa
tapi sekarang, itu semua bukanlah hal yang penting,
kamu tahu itu, ya karena apalah arti rasa seseorang kepada
orang yang lain,
ketika orang yang lain tersebut tiada rasa yang sama,
akupun tidak berusaha menghapuskan dirimu di dalam hatiku,
biarlah wanita lain yang akan menghapuskannya,
kamu memanglah wanita yang cantik, perhatian, baik dan
berpotensi
mengerti sepakbola juga :p
semoga dirimu menjadi pribadi yang senantiasa diberi
kebaikan kepada Allah,
begitu pula diriku,
doakan aku juga agar bertemu dengan seorang wanita yang mana
akan menjadi pelengkap tulang rusuk ku,
begitu pula dirimu
aku sangat berharap bahwa kita bisa menjadi sahabat yang
baik,
baik mulai aku meminta berkenalan, sampai kelak,
setelah sampai sini, aku baru sadar, kalau ternyata kita tak
pernah berbicara langsung,
dan itu menggelikan, hahaha
ini semua aku tulis karena adanya hal yang mengganjal di
hatiku,
ada sesuatu yang tidak jelas pada waktu dahulu, dan perlu
aku perjelas walau waktu sudah terlampau lama
aku berharap, tulisan ini bukanlah apa apa dan tidak merubah
apa apa
aku hanya ingin seseorang wanita, karena memang tiada wanita
yang lain, yang membaca tulisan ini tahu saja
iya, wanita itu dirimu,
sekedar tahu saja, itu saja, tidak lebih
ini hanyalah sedikit sebenarnya, dan memang tidak lebih
panjang karena kalau aku buat panjang, toh, tiada manfaanya untuk dirimu juga,
setidaknya ketika aku sudah menuliskan hal ini, hatiku sudah
plong, dan hanya ini yang aku rasa membuang rasa mengganjal di dalam diriku
sekian tulisan ini, karena aku pun masih dikejar deadline praktikum
yang semester ini tak pernah surut, bahkan hampir menenggelamkan diriku. haha
Surabaya,
19 Oktober 2014

Tidak ada komentar:
Posting Komentar